body{display:block; -khtml-user-select:none; -webkit-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; -o-user-select:none; user-select:none; unselectable:on;}

Monday, 9 February 2015

Bagaimana Mensikapi Konflik Kecil Dalam Keluarga?

Setiap orang (individu) pasti punya masalah. Itu sudah pasti karena dia hidup. Suatu saat ia akan menemui suatu ketidaksinkronan antara diri dengan lingkungan sekitar. Sama hal nya dengan keluarga kita. Memadukan dua pemikiran yang berbeda itu tidaklah gampang. Perlu sebuah pemakluman, pengertian yang mendalam antara keduanya, suami istri apalagi ditambah orang tua jika tinggal serumah. Jika sebuah keluarga muncul suatu permasalahan yang mungkin dianggap sepele namun jika dibiarkan akan menjadi besar dan berpotensi menimbulkan perpecahan antara keduanya. Maka
dalam hal ini menjalin komunikasi antara satu sama lain sangat dianjurkan untuk meminimalisir konflik yang ada.

Jika sudah timbul masalah meski tanpa disadari lantas bagaimana? Biasanya respon yang dimunculkan para istri ia akan terdiam dan tidak mau menyabung suami, ia berharap suaminya akan tanggap lalu minta maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi. Beda dengan respon yang dimunculkan oleh laki-laki (suami), ia akan langsung mengungkapkan bahwa hal demikian membuatnya tidak suka dan setelah itu sudah, ia tidak terlalu memikirkannya lantas tidur dengan nyenyaknya.

Jika sudah terjadi demikian, bagaimana yang harus dilakukan? ya itu tadi diklarifikasi kan dengan orang yang bersangkutan (pihak suami/istri) dengan cara yang baik. Dalam mengklarifikasi ini butuh keberanian untuk menghadapi masalah yang akan timbul dan dalam hatinya mustilah ditumbuhkan niat yang baik, niat untuk menghindari perpecahan dan jangan sampai masalah yang mengganjal hatinya berlarut-larut yang pada akhirnya akan menumbuhkan kebencian dalam hati. Sikap demikian perlu dimunculkan dan diiringi dengan sifat memaafkan. Anggap semua telah berlalu dan jangan sampai kerikil kecil membuat rumah tangga kita naas dan berujung pada perceraian. 

Perlu kita ingat dampak apa saja yang akan timbul jika perceraian terjadi, yang hanya disebabkan oleh masalah yang sepele. Dampak paling mendasar adalah anak-anak kita. Sayang kan kalau seharusnya dia tumbuh dengan baik atas bimbingan kedua orang tuanya tapi malah terputus. Hendaknya satu sama lain saling mengerti dan memaham,i lalu saling memaafkan satu sama lain. Pemikiran dewasa dimunculkan dan jangan terlalu memikirkan masalah yang datang, tapi lebih kearah depan bagaimana menjaga persatuan dalam rumah tangga. Masalah yang datang adalah sebagai ujian saja sehingga kita akan tetap optimis dalam berumah tangga demi menggapai ridlo Allah semata.

No comments:

Post a Comment